Pondok Pesantren Salafiyah dan Madrasah Diniyah Hidayatut Thullab Slawe

Sabtu, 04 April 2026

Kreasi Santri PPHT Slawe: Ajang Ekspresi, Hafalan, dan Pelestarian Tradisi Pesantren


Slawe, Watulimo – Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti kegiatan KREASI SANTRI yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Hidayatut Thullab (PPHT) Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Jumat (03/04/2026). Kegiatan yang meliputi pentas seni, muhafadhoh (hafalan), serta lalaran nadhoman ini menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kemampuan dan hasil belajar mereka di hadapan para pengasuh, dewan asatidz, wali santri, serta masyarakat sekitar.

Seluruh santri PPHT Slawe turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari tingkat TPQ, Madrasah Ula, Wustho hingga ‘Ulya. Berbagai penampilan ditampilkan secara bergantian, mulai dari pembacaan hafalan Al-Qur’an, nadzam kitab kuning, hingga pertunjukan seni Islami yang memukau. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental, keberanian, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan di lingkungan pesantren.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren PPHT Slawe, seluruh Dewan Asatidz TPQ dan Madin, para wali santri, serta masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan setiap penampilan. Kehadiran para wali santri menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pendidikan putra-putri mereka di pesantren, sekaligus mempererat hubungan antara pihak pesantren dengan masyarakat.


Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Diniyah, Ustadz Abdul Azis, S.Pd.I menyampaikan laporan perkembangan hasil belajar santri selama ini. Ia menuturkan bahwa para santri menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dalam aspek bacaan Al-Qur’an, hafalan, maupun pemahaman dasar-dasar ilmu agama. “Alhamdulillah, dengan bimbingan para asatidz, santri-santri kita terus menunjukkan peningkatan, baik dalam hafalan maupun penguasaan materi diniyah. Ini adalah hasil dari kesungguhan mereka dalam belajar serta doa dan dukungan dari para wali santri,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga memohon dukungan dan kerjasama dari seluruh wali santri agar proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal. “Kami mohon kepada para wali santri untuk senantiasa memberikan dukungan, baik moril maupun spiritual, agar anak-anak kita istiqamah dalam belajar. Sinergi antara pesantren dan wali santri sangat penting demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Kegiatan KREASI SANTRI ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus memotivasi santri dalam meningkatkan kualitas diri, sekaligus melestarikan tradisi keilmuan dan kesenian khas pesantren. (My)
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung